Postingan

TIPS HINDARKAN RESIDU BAHAN KIMIA PADA SAYURAN

Sayuran organik masih langka di Indonesia. Para pekebun kita belum bisa mengabaikan penyemprotan pestisida untuk menanggulangi serangan hama/penyakit. Dampaknya, konsumen cuma bisa pasrah menelan sayuran yang mungkin mengandung residu bahan kimia. Untuk mengurangi residu itu, berikut tips yang bisa Anda lakukan : 1.   Buang bagian terluar sayuran (kol, sawi dan sejenisnya). Atau kupas kulit (timun dan sejenisnya) sebelum dikunyah. Kalau dicuci dengan air bisa mengurangi resiko sampai 72%. 2.   Larutkan 1 sendok teh kapur sirih dalam air secukupnya. Celupkan sayuran ke dalamnya selama 10 menit. Ini dapat mengurangi resiko sampai 52%. 3.   Perebusan, penggorengan, penumisan, atau pencelupan ke dalam air mendidih mengurangi resiko sampai 50%. 4.   Perendaman dalam larutan sendawa (20-30 butir dalam 4 liter air) dan dicuci bersih sekali lagi, mengurangi resiko sampai 43%. 5.   Pencucian dengan air ledeng yang mengalir selama 2 menit, mengurangi r...

MANFAAT GARAM DALAM BUDIDAYA IKAN

Gambar
I kan air tawar di dalam air ibarat sekantung garam sehingga harus selalu menjaga dirinya agar garam tersebut tidak melarut, atau lolos kedalam air. Apabila hal ini terjadi maka ikan yang bersangkutan akan mengalami masalah. Secara umum kulit ikan merupakan lapisan kedap, sehingga garam didalam tubuhya tidak mudah “bocor” kedalam air. Satu-satunya bagian ikan yang berinteraksi dengan air adalah insang. Air secara terus menerus masuk kedalam tubuh ikan melalui insang. Proses ini secara pasif berlangsung melalui suatu proses osmosis yaitu, terjadi sebagai akibat dari kadar garam dalam tubuh ikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lingkungannya. Sebaliknya garam akan cenderung keluar. Dalam keadaan normal proses ini berlangsung secara seimbang. Peristiwa pengaturan proses osmosis dalam tubuh ikan ini dikenal dengan sebutan osmoregulasi. Tujuan utama osmoregulasi adalah untuk mengontrol konsentrasi larutan dalam tubuh ikan. Apabila ikan tidak mampu mengontrol proses osmosis yang te...

DAYA PRODUKSI DAN PADAT PENEBARAN

Gambar
A.    Daya Produksi Untuk mendapatkan produksi ikan yang optimal maka jumlah benih yang ditebar juga harus sesuai dengan kesuburan dan luas kolam, meskipun ada faktor lain yang mempengaruhi seperti suhu, DMA (daya menggabung asam), jenis ikan dan umur benih. Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan produksi kolam dipengaruhi oleh padat penebaran. Hubungan antara ketersediaan makanan alami dan jumlah produksi ikan dalam waktu tertentu inilah disebut daya produksi kolam. Daya produksi kolam dinyatakan dengan rumus legger. P = Na/10 * B * k Keterangan : P   = daya produksi kolam Na = luas kolam (dalam are, 1 are : 100 m 2 ) B   = biogenic capacity, yaitu kemampuan kolam menghasilkan makanan alami k   = angka yang menunjukkan pengaruh fisik kolam, seperti suhu, DMA, pH, umur dan jenis ikan Biogenic capacity dipengaruhi oleh jumlah makanan alami yang dapat dimakan oleh ikan di perairan...

14 TAHAPAN KAKAO MENJADI COKLAT

Gambar
Biji kakao dibersihkan. Dipanggang / disangrai untuk membawa keluar rasa coklat dan warna biji (roasted). Memisahkan kulit biji dan biji kakao. Proses alkalisasi, biasanya menggunakan kalium karbonat, untuk mengembangkan rasa dan warna. Proses penggilingan untuk membuat cocoa liquor (kakao partikel tersuspensi dalam cocoa butter). Penambahan bahan pencampur, seperti kacang untuk menambah cita rasa coklat. Ekstraksi cocoa liquor dengan cara dipress / ditekan untuk mendapatkan lemak coklat (cocoa butter). Lemak coklat akan digunakan dalam pembuatan coklat. Sementara cocoa presscake akan dihaluskan menjadi coklat dalam bentuk bubuk. Lemak coklat (cocoa butter) selanjutnya akan digunakan untuk memproduksi coklat melalui penambahan cocoa liquor. Bahan-bahan lain seperti gula, susu, pengemulsi agen dan cocoa butter ditambahkan dan dicampur. Proses pemurnian sampai pasta yang halus terbentuk (refining). Refining bertujuan meningkatkan tekstur dari coklat. Conching; untuk menge...

PESTISIDA HEWANI

Bahan dan ramuan pestisida hewani tidak sebanyak bahan dan ramuan pestisida nabati. Sampai saat ini hanya urin sapi yang diketahui berkhasiat sebagai pestisida, khususnya untuk pemberantasan penyakit virus dan cendawan. Pengaplikasian urin sapi dapat dilakukan secara tunggal atau dicampur dengan ramuan pestisida nabati. • Ramuan 1 Pestisida ini diaplikasikan dalam bentuk tunggal. Sebelum digunakan, urin sapi tersebut harus diendapkan terlebih dahulu dalam bak terbuka selama dua minggu agar terkena sinar matahari. Setelah itu, urin diencerkan denga 6 bagian air. Selanjutnya, larutan urin sapi ini dapat digunakan untuk pengendalian penyakit bercak cokelat dan blast. • Ramuan 2 Untuk pengendalian bercak coklat dan tungro, urin sapi dibuat dalam bentuk ramuan bersama-sama dengan ramuan pestisida nabati sebagai berikut : ·      Bahan : Urin sapi                  ...

PESTISIDA NABATI

Penggunaan pestisida sintetis atau kimia banyak menimbulkan dampak negatif baik terhadap jasad sasaran, bukan sasaran bahkan dapat mencemari lingkungan (tanah, tanaman, air dan berbagai komponen ekosistem lainnya), selain tumbuhnya rasa ketergantungan konsumen terhadap pihak produsen. Sejalan dengan hal tersebut pada pengembangan pertanian model yang kami kembangkan “SRI Organik“ adalah bernuansa “EKOLOGIS “ sehingga pemberian masukan yang digunakan sarana usahatani disesuaikan dengan cara pandang ramah lingkungan, Salah satunya metoda pengendalian terhadap beberapa jenis OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) menggunakan bahan-bahan secara alamiah yang dikenal dengan nama pestisida nabati. Dalam upaya pengembangan pestisida nabati di tingkat petani agar mampu dikembangkan diperlukan strategi antara lain : 1. Mudah didapat, bahan baku cukup tersedia , berkualitas, kuantitas dan kontinuitas terjamin, 2. Mudah dibuat ekstrak, sederhana dan dalam waktu yang tidak lama, 3. Kandungan ...