KLEPON, SI PENGGOYANG LIDAH


Salah satu makanan tradisional yang saya gemari adalah klepon. Jajanan pasar khas Jawa Tengah ini mudah dijumpai – barangkali - hampir di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Klepon berbentuk bulat kecil dengan rasa manis dan legit. Terbuat dari tepung ketan dengan warna hijau dari daun suji. Di dalamnya diisi dengan gula merah sedangkan bagian luar dibalut dengan kelapa parut. Biasanya disajikan dalam mangkuk daun pisang (takir dalam bahasa Jawa). Namun ada juga yang menyajikan dalam kemasan plastik.

Terdorong rasa kecintaan akan kuliner nusantara yang sedikit demi sedikit mulai terlupakan, kali ini saya ingin berbagi resep pembuatan klepon yang saya peroleh dari berbagai sumber.

Bahan :
·       300 gram tepung ketan
·        75 ml air daun suji (dari 15 lembar daun suji, 5 lembar daun pandan, dan 100 ml air
·        1 sdt air kapur sirih
·        ½ butir kelapa setengah tua parut
·        ½ sdt garam
·        Air untuk merebus


Cara membuat :
·      Kukus kelapa parut dan garam selama 15 menit.
·   Aduk tepung ketan, air daun suji, air kapur sirih dan ¼ sdt garam. Uleni adonan  hingga kalis dan tidak lengket.
·        Ambil sedikit adonan, isi dengan gula merah, lalu bulatkan sebesar kelereng.
·   Rebus air hingga mendidih, masukkan bulatan adonan, masukkan hingga bulatan terapung (tanda matang). Angkat dan tiriskan.
·        Gulingkan bulatan yang sudah matang di atas kelapa parut.
·        Siap disajikan.


Resep ini mudah dipraktekkan bahkan bagi pemula sekalipun. Namun tetap pula berlaku “practise makes perfect’, semakin sering mencoba maka  akan semakin mahir. Siapa tahu akan muncul jutawan baru dari bisnis klepon ini (mimpi ga ya?! he...he...he). Setidaknya bagi ibu-ibu, ada tambahan camilan yang bisa disajikan sebagai peneman teh untuk keluarga tercinta. Pokok’e maknyuss !!!

Ingat, cintailah produk-produk Indonesia !!! (bukan iklan lho!)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MEMBUAT PROBIOTIK RABAL (Ragi dan Bakteri Asam Laktat)

PROFIL POKDAKAN "BANYUMILI"

PEMBAGIAN MANGSA DALAM KALENDER PRANOTO MONGSO DAN WATAK / SIFAT TIAP MANGSA