EKSTRAK LENGKUAS AWETKAN MANGGA

 Akhir–akhir ini, kurang lebih empat bulan terakhir mudah sekali kita jumpai para pedagang buah musiman menjajakan mangga di pinggir jalan raya. Bagi pecinta mangga, tentu hal tersebut menjadi berkah tersendiri dalam memanjakan lidah, apalagi dengan kisaran harga yang relatif bersahabat dengan kantong.

Salah satu hal yang sering dikeluhkan konsumen adalah bahwa buah tersebut tidak bertahan lama alias mudah busuk. Bahkan bagi pemerhati kesehatan, mengkhawatirkan penggunaan bahan pengawet.

Dalam satu kesempatan, saya mencoba membuka kembali buku-buku dan majalah di perpustakaan kantor BPPK Sawangan yang sebenarnya koleksinya pun masih terbilang minim. Aha...akhirnya ketemu juga. Dalam majalah Trubus No. 360 Edisi November 1999 termuat artikel tentang mengawetkan mangga.

Biasanya penyakit pascapanen mangga antara lain antraknosa (Colletrotichum sp.) dan busuk pangkal buah (Bortyodiplodia sp.). Guna menekan jumlah kerusakan biasanya dipakai fungisida berbahan aktif benomyl, thiabendazole, dan captan.

Disebutkan bahwa Peneliti di Balai Penelitian Tanaman Hias dan Puslitbang Hortikultura mendapatkan cara lain yang lebih ramah lingkungan dalam menekan kerusakan akibat penyakit pascapanen. Buah direndam ekstrak lengkuas (Alpina galanga) dan air.

Caranya sebagai berikut, mangga telebih dulu dicuci. Kemudian direndam dalam larutan ekstrak lengkuas 10% (berat/volume) yang dipanaskan hingga 55o C selama 5 menit. Lalu diangkat dan ditiriskan. Baru kemudian dikemas seperti biasa untuk dikirim ke pasar. Dengan cara ini mangga tahan hingga 12 hari dalam pengiriman.

Semoga bermanfaat !!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MEMBUAT PROBIOTIK RABAL (Ragi dan Bakteri Asam Laktat)

PROFIL POKDAKAN "BANYUMILI"

PEMBAGIAN MANGSA DALAM KALENDER PRANOTO MONGSO DAN WATAK / SIFAT TIAP MANGSA