TEKNIK PEMIJAHAN IKAN LELE


   Panduan singkat teknik pemijahan Ikan Lele :
v   Pemijahan Alami
Ø Tidak menggunakan tambahan obat-obatan untuk merangsang pemijahan.
Ø Masukkan induk ke kolam pemijahan, biasanya sore hari pk. 15.00 – 17.00 WIB.
Ø Perbandingan induk; 1 ekor jantan dan 2 ekor betina.
Ø Biarkan induk dalam kolam selama 1 malam, biasanya lele akan memijah pada malam hari sekitar Pk. 22.00 – 02.00 WIB.
Ø Lakukan pengecekan pada pagi harinya, jika proses pemijahan berjalan lancar, sekitar pk. 04.00 pagi telur-telur akan memenuhi kakaban.
Ø Pindahkan kakaban yang telah ditempeli telur ke bak penetasan, tunggu telur menetas.
Ø Jika induk baru memijah pada pagi hari maka pemindahan kakaban dilakukan pada sore hari.
Ø Pindahkan indukan yang telah memijah dari kolam pemijahan ke kolam pemeliharaan induk. Induk betina dapat dipijahkan kembali setelah 3 minggu sampai 1 bulan masa istirahat. Induk jantan memerlukan waktu 1 – 2 minggu masa istirahat.
v   Pemijahan Semi Intensif
Ø Induk Lele betina dan jantan disuntik menggunakan hormon ovaprim dengan dosis 0,2 – 0,3 ml/kg.
Ø Pengenceran ovaprim dengan menggunakan aquabidest sebanyak 2x dosis ovaprim.
Ø Penyuntikan dilakukan 1x induk Lele betina dan jantan.
Ø Penyuntikan dilakukan pada bagian punggung dengan kemiringan 300 - 450 sedalam 2,5 cm.
Ø Penyuntikan biasanya dilakukan sore hari sekitar pk.16.00 WIB.
Ø Induk lele yang sudah disuntik, baik jantan maupun betina kemudian dimasukkan ke dalam bak pemijahan dan dibiarkan memijah sendiri.
Ø Agar induk tidak meloncat selama proses pemijahan berlangsung maka bak pemijahan ditutup namun tidak rapat.
Ø Penetasan Telur
·         Pagi harinya kakaban harus segera diangkat dan dipindahkan ke wadah penetasan (sekitar jam 06.00).
·         Penetasan telur dilakukan di aquarium / bak penetasan.
·         Kakaban harus segera diangkat dari aquarium / bak penetasan setelah telur menetas semua.
Ø Penetasan dan pemeliharaan larva lele dapat juga dilakukan di bak terpal plastik / bak semen.
v   Pemijahan Intensif (Induce Breeding)
Ø Apabila induk lele akan dipijahkan secara intensif maka stripping/ pengurutan telur induk betina dilakukan 8 – 10 jam setelah penyuntikan.
Ø Prosedur pemijahan lele secara intensif :
a)     Menyiapkan mangkok plastik yang bersih dan kering.
b)     Pengambilan kantong sperma induk lele jantan.
·         Kantong sperma dipotong-potong hingga hancur dengan menggunakan gunting.
·         Untuk memperpanjang umur sperma bisa ditambahkan cairan infus (Sodium Cloride).
c)     Ambil induk betina yang akan dikeluarkan telurnya dengan hati-hati.
d)     Stripping / pengeluaran telur induk lele betina
·         Telur ditampung dalam mangkok plastik yang bersih dan kering.
e)     Pencampuran sel telur dengan cairan sperma.
·         Pencampuran telur dan sperma menggunakan bulu ayam secara hati-hati hingga merata.
·         Agar terjadi pembuahan, tambahkan air bersih dan steril kemudian aduklah hingga merata sehingga pembuahan bisa berlangsung sempurna.
Ø Penetasan Telur
·           Dengan menggunakan bulu ayam, campuran telur dan sperma disebarkan ke seluruh permukaan aquarium / bak penetasan hingga merata.
·           Pemasangan aerasi pada aquarium / bak penetasan untuk mensuplai oksigen agar penetasan telur sempurna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MEMBUAT PROBIOTIK RABAL (Ragi dan Bakteri Asam Laktat)

PROFIL POKDAKAN "BANYUMILI"

PEMBAGIAN MANGSA DALAM KALENDER PRANOTO MONGSO DAN WATAK / SIFAT TIAP MANGSA