KOMPOS
Fungsi bahan organik antara lain :
Sumber : Modul Pelatihan NOSC
1.
Sebagai sumber bahan makanan
(nutrisi) untuk tanaman secara langsung.
2.
Sebagai sumber nutrisi dan energi
serangga perombak dan mikro-organisme pengurai.
3.
Pada tahap selanjutnya, biota
mengurai tersebut akan menjadi sumber bahan makanan
4.
organisme lain termasuk tanaman.
5.
Memperbaiki aerasi tanah.
6.
Meningkatkan kapasitas menahan air
dan kapasitas menahan nutrisi.
7.
Membantu proses nutrisi yang tidak
tersedia menjadi tersedia melalui proses fiksasi dan mengurangi keasaman tanah.
Tujuan pengomposan adalah untuk memantapkan bahan-bahan organik yang
berasal dari bahan limbah, mengurangi bau busuk, membunuh organisme patogen
(penyebab penyakit), membunuh biji-biji gulma dan pada akhirnya menghasilkan
pupuk organik/kompos yang sesuai dengan tanah. Pengomposan diyatakan selesai
bila kompos dalam keadaan matang.
Prinsip Pengomposan
Untuk mendapatkan kompos yang mempunyai kualitas yang baik, maka dalam pembuatannya
melalui beberapa langkah dan pemahaman yaitu :
1.
Pengembangan MOL untuk mempercepat
penghancuran bahan yang mau dikomposkan dipotong-potong dalam ukuran kecil
untuk mempercepat bakteri masuk pada bahan yang dikomposkan.
2.
Pengomposan harus terlindung dari
sinar matahari langsung dan air hujan .
3.
Memperhatikan perbandingan bahan
yang dikomposkan disesuaikan dengan kondisi C/N ratio dari bahan organik.
4.
Mempertahankan sirkulasi udara
(aerasi) pada saat pengomposan harus terpelihara.
5.
Menjaga suhu dalam proses
Pengomposan agar terjaga dan tetap mendukung kerja mikro organisme.
6.
Menjaga kelembaban agar tetap
optimal.
7.
Membunuh biji-biji gulma
8.
Membunuh sumber penyakit terutama
patogen / sumber penyakit cendawan
9. Meningkatkan kadar nutrisi bagi tanaman.
Proses Pembuatan Kompos
Proses pembuatan kompos yang dikembangkan
adalah melalui 2 cara yaitu :
a. Kompos Dengan Cara Berlapis
Bahan :
· Sisa
tanaman, Hijauan,
· Kotoran
hewan,
· Serbuk
gergaji,
· Kapur
(CaCo3),
· MOL.
Pembuatan/Penyusunan bahan :
1.
Semua bahan yang besar-besar dan
panjang-panjang di potong-potong/dicincang, Letakan dan susun bahan-bahan
diatas tempat/ tanah yang terhindar dari genangan air.
2.
Lapisan ke 1 letakan/sebarkan sisa
tanaman seperti jerami setebal maksimal 30 Cm, Sirami dengan MOL hingga bahan
dalam kondisi lembab (tidak terlalu basah dan tidak kering),
3.
Letakkan bahan organik lain
dilapisan ke2 serbuk gergaji, sirami dengan MOL,
4.
Lapisan ke 3 kotoran hewan, sirami
dengan MOL,
5.
Lapisan ke 4 bahan lainnya dan
terus diikuti dengan mol dan Paling atas taburi kapur dengan rata, hingga
mencapai ketinggian 1M,
6.
Pada saat menyusun bahan letakan
bambu dan pada ruas/bukunya dilubangi agar sirkulasi udara berjalan dengan baik
dengan jarak antara bambu yang satu dengan bambu yang lain 50 cm.
7.
Jika perlu tutup dengan terpal
untuk menambah kelembaban agar cepat terjadi proses
8.
penghancuran oleh mikro organisme.
9.
Biarkan selama 3 hari, dan lakukan
pengontrolan terhadap kelembaban dan suhu udara jika terlalu panas atur suhu
dengan membalikkan bahan tersebut, jika terlalu basah tambahkan dedak, dan jika
terlalu kering tambahkan MOL.
10.
Selanjutnya tinggal menunggu
kompos matang/ jadi.
b. Kompos Dengan Cara Campur
Bahan :
Semua bahan yang disediakan sama dengan cara berlapis, hanya cara yang
berbeda.
Cara Pembuatan :
1.
Semua bahan di campur/aduk hingga
rata dan tambahkan MOL sampai benar-benar basah/lembab,
2.
Simpan pada tempat yang tidak
tergenang dan aman dari sinar matahari atau hujan,
3.
Letakan bambu-bambu pengatur sirkulasi
udara dengan jarak dari bambu ke bambu 50 cm,
4.
Tutup dengan terpal untuk
mempercepat penghancuran oleh mikro organisme.
5.
Kontrol setelah 3 hari terhadap
suhu, jika terlalu panas balikan bahan-bahan tersebut,
6.
jika terlalu basah tambahkan dedak
dan bila terlalu kering tambahkan MOL.
7. Selanjutnya tinggal menunggu kompos matang/ jadi.Sumber : Modul Pelatihan NOSC
Komentar
Posting Komentar