MINAPADI
Budidaya
minapadi adalah budidaya terpadu yang dapat meningkatkan produktivitas sawah,
yaitu selain menghasilkan gabah (padi)
juga menghasilkan ikan. Di samping itu, budidaya minapadi juga
memberikan keuntungan dengan adanya kotoran ikan yang dapat menyuburkan tanah
sehingga mengurangi penggunaan pupuk. Selain itu budidaya sistem ini juga dapat
digunakan sebagai upaya untuk mengendalikan serangan hama tikus.
Ada
dua pola sistem budidaya minapadi, penyelang dan tumpang sari. Pola tanam
penyelang adalah pemeliharaan ikan di sawah menjelang penanaman padi (menunggu
hasil semaian padi siap ditanam). Pola tanam tumpang sari adalah pemeliharaan
ikan / udang dan padi bersamaan dalam satu hamaparan sawah.
Dalam
budidaya minapadi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu varietas padi, jarak tanam, jenis ikan
dan pembuatan caren.
Varietas
padi yang dipilih tentunya adalah jenis padi unggul. Dan juga perlu
dipertimbangkan sifat genjah dan umur tanaman tersebut. Hal ini penting agar
jangan sampai tanaman padi roboh. Salah satu yang disarankan adalah varietas mekongga (berdasarkan hasil pengamatan di Desa Soropadan Kabupaten Temanggung).
Jarak
tanam padi yang dianjurkan adalah sistem legowo. Dengan sistem ini jumlah
anakan lebih banyak sehingga tidak mengurangi produktivitas padi karena
sebagian lahan terpakai untuk memelihara ikan. Di samping itu juga memberikan
ruang untuk pergerakan ikan.
Jenis
ikan yang dipilih adalah yang bernilai ekonomis dan tidak merusak tanaman /
lahan sawah. Umumnya adalah Ikan Nila. Ikan Mas tidak dianjurkan karena
menggerus tanah / pematang sawah, namun kalau hanya pendederan tidak menjadi
masalah. Udang Galah juga bisa dibudidayakan.
Pembuatan
caren mutlak diperlukan sebagai tempat pemeliharaan ikan. Sebaiknya caren
dibuat sekeliling lahan sawah, namun kalau tidak memungkinkan bisa menyesuaikan
kondisi lahan yang ada. Perhatikan kedalaman dan lebar caren. Prinsipnya
mendukung untuk budidaya ikan.
Dalam
budidaya minapadi, satu hal yang perlu diwaspadai adalah hama ikan. Ada
beberapa yang sering dijumpai, yaitu ular, linsang, biawak dan burung kuntul.
Demikian, semoga bermanfaat !
Komentar
Posting Komentar